Travel umroh Bandung

Bapak Achmad Saefurridjal memiliki pengalaman yang belum tentu semua orang mengalaminya, ketika akan menunaikan ibadah haji. Pada tahun 1995, beliau berusia 36 tahun, namun keinginan untuk melaksanakan ibadah haji sedemikian kuatnya, sehingga setiap kali melihat ka’bah di televisi atau gambar ka’bah dimana saja, atau ketika menghadiri walimatus safar yang selalu dihadirinya ketika ada tetangga atau saudara mau pergi haji, selalu beliau menangis.

Karena keinginan kuat itu, beliau menabung, mulai dari 10.000 yang ia simpan di amplop yang ditulisi dengan niat haji dan umroh. Selang beberapa bulan tabungan ditambah 15.000 sehingga berjumlah 25.000 suatu jumlah yang sangat sedikit bila dibandingkan dengan biaya Ongkos naik haji atau biasa disebut ONH, yang waktu itu sekitar 8 juta. Namun karena besar harapan kepada Alloh yang Maha Kaya, pasti akan menolong hamba-Nya yang sedang ingin menemui-Nya.

Sampai suatu ketika ada tukang Bakso tetangganya, datang dan mau pinjam uang untuk modal usaha. Beliau bingung, bagaimana harus memutuskan antara memberi pinjaman atau tetap mempertahankan tabungan untuk haji. Namun karena keyakinan, bahwa memberi pinjaman lebih baik dan lebih besar pahalanya di sisi Alloh swt. Akhirnya diputuskan untuk memberi pinjaman dengan harapan pahalanya diganti dengan ONH.

Sambil menyerahkan uang pinjaman beliau ijab qobul, mas ini uang sebenarnya uang tabungan untuk ONH tapi karena mas sangat membutuhkan baik saya berikan tapi dengan satu syarat agar diganti dengan do’a agar beliau bisa naik haji, dan si mas setuju. Ternyata selang beberapa minggu ayah pak Achmad menyuruh untuk pergi bersamanya naik haji,  tapi uang nya belum ada, hanya ada warung yang bisa dikontrakkan. Atas dasar tersebut, kemudian pa Achmad keluar rumah maksudnya untuk melihat warung yang akan dikontrakkan yang sudah lama di tawar tawarkan, bahkan sudah sampai dua tahun dan belum laku juga.

Namun, saat diperjalanan menuju warung, terlihat ada orang (menoleh ke kanan dan ke kiri) kemudian ditanya oleh pa Achmad, ternyata dia sedang mencari warung kontrakan. Seperti kata pepatah, “pucuk dicinta ulam tiba”, maka segera pa Achmad menunjukkan warung ayahnya, dan ternyata dia setuju dan sanggup membayar untuk dua tahun, yang jumlahnya pas untuk ONH tahun itu.

Ini menjadi pelajaran, bahwa kalau orang sudah berniat haji, maka Alloh akan memudahkan jalan menuju kepada-Nya, karena itu jangan berkecil hati walaupun belum punya biaya sebesar ONH berniatlah dengan membuka tabungan untuk haji dan daftar lah ke pemerintah atau ke penyelenggara Haji khusus, sambil terus berdo’a agar dibukakan jalan oleh Alloh bisa menemui-Nya di Baitulloh, semoga.

Cerita ini diambil sebelum beliau mampu menjadi perantara/jembatan menuju rumah-Nya (travel umroh dan haji) di pondok pesantren sirnamiskin, bandung. Hingga saat ini beliau sudah mampu memberangkatkan lebih dari 50 jama’ah dalam kurun waktu 2 tahun.

 

Masih belum ada dana untuk menuju rumah-Nya?  Travel umroh kami memberikan solusinya dengan sistem tabungan yang terpercaya. Coba tanyakan saja terlebih dahulu, mengenai promo-promo umroh travel kami.

KLIK DIBAWAH INI

KONTAK KAMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *